Posted by: Cholis | 23 July 2013

Blusukan dan Nuzul

Jika kita lihat fenomena pemimpin zaman sekarang seringkali kita lihat di media dengan bahasa blusukan. Blusukan merupakan aktivitas pemimpin maupun calon pemimpin dimana mereka mengunjungi rakyat di level paling bawah untuk mendengarkan aspirasi rakyat. Blusukan ini disukai oleh rakyat karena mereka bisa langsung menyampaikan keinginannya kepada pemimpin tanpa harus melewati birokrasi kepemerintahan yang panjang. Dengan demikian keinginan rakyat langsung didengarkan oleh pemimpin, sehingga harapan terkabulnya keinginan rakyat menjadi lebih tinggi.

 

Saudara-saudara muslim rahimahullah..

Jika blusukan pemimpin disukai rakyat karena pemimpin lebih dekat dan mau mendengarkan langsung suara rakyat, tahukah anda bahwa Allah Subhanahu Wata’ala sangat dekat kepada hambanya? tahukah anda bahwa Allah Subhanahu Wata’ala senantiasa turun ke langit dunia mendengarkan dan mengabulkan permintaan hambanya?

Ketahuilah bahwa Allah itu dekat. Allah berfirman

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Al Baqarah: 186)

Ketahuilah bahwa Allah senantiasa turun (nuzul) ke langit dunia di sepertiga malam terakhir. Simak hadist berikut.

أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ : يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِيْنَ يَبْقَى ثُلُثُ الأَخِيْرِ يَقُوْلُ : مَنْ يَدْعُوْنِيْ فَأَسْتَجِيْبَ لَهُ, مَنْ يَسْأَلُنِيْ فَأُعْطِيَهُ, مَنْ يَسْتَغْفِرُنِيْ فَأَغْفِرَ لَهُ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala turun ke langit dunia pada setiap malam yaitu ketika sepertiga malam terakhir, (kemudian) Dia berfirman, ‘Barang siapa berdoa kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan, barang siapa meminta kepada-Ku, niscaya akan Aku berikan, dan barang siapa memohon ampun kepada-Ku, niscaya akan Aku ampuni.’ (HR Bukhori dan Muslim)

Dari ayat dan hadist di atas dapat kita simpulkan bahwa Allah dekat dengan hambanya, untuk memohon tidak harus menggunakan perantara sebagaimana pemimpin blusukan yang mendengarkan rakyatnya tanpa melalui birokrasi. Hanya saja kalau pemimpin mendengarkan rakyat, akan tetapi belum tentu mengabulkan permintaan rakyat. Sedangkan Allah senantiasa mengabulkan permohonan hambanya.

Wallahu a’lam

 

 

Advertisements
Posted by: Cholis | 16 September 2009

Apakah Makna Idul Fihtri Adalah Kembali Suci?

Saudara-saudaraku yang semoga dirahmati Allah,
Sering kita dengar kalimat kembali suci untuk memaknai Idul Fithri. Akan tetapi makna tersebut tidak dapat dibenarkan, baik ditinjau dari jurusan lughoh/bahasa ataupun Syara’/Agama. Makna yang benar dari Idul Fihtri adalah “kembali berbuka”, yaitu hari dimana kaum muslimin kembali makan disiang hari setelah satu bulan berpuasa.

Makna Idul Fitri Menurut Bahasa

Dalam kamus bahasa arab,
عِيْدٌ artinya hari raya
فَطَر artinya membelah, membuka

Jadi Idul Fithri artinya “Hari Raya Berbuka Puasa”
Adapun “Fitrah” tulisannya sebagai berikut [Fa-Tha-Ra-] + [Ta marbuthoh] bukan [Fa-Tha-Ra]”. Untuk itu kita perlu mencermati penulisan Fithri dalam kalimat Idul Fithri adalah menggunakan huruf [Fa-Tha-Ra]. Read More…

Posted by: Cholis | 15 September 2009

Ucapan Terbaik Di Hari Idul Fithri

Minal aidin wal faizin
Mohon maaf lahir batin
Taqobalallahu minna wa minkum
Itulah beberapa ucapan yang sering kita dengar dihari Idul Fithri. Manakah diantara kalimat tersebut yang terbaik? Mari kita coba bandingkan ketiga kalimat tersebut.

Makna Minal Aidin Wal Faizin

Minal aidin wal faizin secara harfiah adalah :
Minal = dari ato kadang diartikan bagian
Aidin = ia yang kembali
Wal = dan
Faizin = ia yang menang
Jadinya Kalo diartikan akan menjadi “bagian orang2 yang kembali dan orang2 yang menang”. Jadinya ucapan ini bermakna sebuah doa ato harapan dari yang mengucapkan untuk menjadi bagian orang yang kembali dan bagian orang yang memperoleh kemenangan. Makna ucapan ini disandingkan dengan hari Idul Fithri yang diyakini artinya “Kembali Suci”, padahal arti Idul Fithri yang benar adalah “kembali berbuka”, bukan “Kembali Suci” seperti yang disangka selama ini. Read More…

Posted by: Cholis | 10 September 2009

Malam Lailatul Qadar – Malam Seribu Bulan

Malam Lailatul Qadar

Keutamaannya sangat besar, karena malam ini menyaksikan turunnya Al Quran Al Karim yang membimbing orang-orang yang berpegang dengannya ke jalan kemuliaan dan mengangkatnya ke derajat yang mulia dan abadi. Ummat Islam yang mengikuti sunnah Rasulnya tidak memasang tanda-tanda tertentu dan tidak pula menancapkan anak-anak panah untuk memperingati malam ini (malam Lailatul Qodar/Nuzul Qur’an, red), akan tetapi mereka bangun di malam harinya dengan penuh iman dan mengharap pahala dari Allah.

Inilah wahai saudaraku muslim, ayat-ayat Qur’aniyah dan hadits-hadits Nabawiyyah yang shahih yang menjelaskan tentang malam tersebut.

1. Keutamaan Malam Lailatul Qadar

Cukuplah untuk mengetahui tingginya kedudukan Lailatul Qadar dengan mengetahui bahwasanya malam itu lebih baik dari seribu bulan, Allah berfirman : (yang artinya) [1] Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan. [2] Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? [3] Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. [4] Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. [5] Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. [QS Al Qadar: 1 – 5] Read More…

Posted by: Cholis | 8 September 2009

Selamat Datang di Bersih Diri

Older Posts »

Categories