Oleh: Cholis | 15 September 2009

Ucapan Terbaik Di Hari Idul Fithri

Minal aidin wal faizin
Mohon maaf lahir batin
Taqobalallahu minna wa minkum
Itulah beberapa ucapan yang sering kita dengar dihari Idul Fithri. Manakah diantara kalimat tersebut yang terbaik? Mari kita coba bandingkan ketiga kalimat tersebut.

Makna Minal Aidin Wal Faizin

Minal aidin wal faizin secara harfiah adalah :
Minal = dari ato kadang diartikan bagian
Aidin = ia yang kembali
Wal = dan
Faizin = ia yang menang
Jadinya Kalo diartikan akan menjadi “bagian orang2 yang kembali dan orang2 yang menang”. Jadinya ucapan ini bermakna sebuah doa ato harapan dari yang mengucapkan untuk menjadi bagian orang yang kembali dan bagian orang yang memperoleh kemenangan. Makna ucapan ini disandingkan dengan hari Idul Fithri yang diyakini artinya “Kembali Suci”, padahal arti Idul Fithri yang benar adalah “kembali berbuka”, bukan “Kembali Suci” seperti yang disangka selama ini.

Asal mula ucapan minal aidin wal faizin tidak diketahui dari mana. Ucapan ini hanya dikenal di Indonesia saja. Selama ini kita mengamalkannya hanya mengikuti kebiasaan yang sudah ada.
Jadi ternyata selama ini kita hanya ikut-ikutan saja tanpa mengetahui sumbernya, padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya” (QS. Al-Israa’ : 17)

Makna Mohon Maaf Lahir Batin

Secara harfiah kita tentu tahu arti dari kalimat ini. Kalimat ini bermakna sebuah permintaan maaf yang sedalam-dalamnya dari orang yang mengucapkan kepada lawan bicaranya. Ucapan ini merupakan sebuah ucapan yang bagus, akan tetapi kenapa diucapkan ketika hari Idul Fithri saja? Lalu kesalahan apa yang diperbuat hingga harus meminta maaf? Mungkin akan lebih baik kalo kalimat ini diucapkan kapan saja apabila kita merasa berbuat salah. Tidak perlu menunggu hari Idul Fithri untuk mengucapkannya, karena belum tentu umur kita akan sampai ke hari Idul Fithri. Bisa saja sehari atau satu jam atau satu menit menjelang Idul Fithri kita sudah meninggal terlebih dahulu.

Asal mula ucapan ini mohon maaf lahir dan batin juga tidak diketahui asalnya. Ucapan ini hanya berdasarkan kebiasaan saja. Sebuah ucapan yang hanya berdasarkan perasaan saja. Sebuah perasaan bahwa ucapan ini cocok untuk membersihkan diri.

Makna Taqabbalallahu minna wa minkum

Taqabbalallahu minna wa minkum secara harfiah berarti :
Taqabbalallahu = Semoga Allah menerima
Minna = dari kami
Wa = dan
Minkum = dari kalian
Jadinya kalo digabung akan berarti “Semoga Allah menerima dari kami dan dari kalian”. Ucapan ini bermakna sebuah doa dari orang yang mengucapkan bahwa semoga ibadahnya selama bulan Ramadhan dan ibadah orang2 yang menjadi lawan bicaranya diterima oleh Allah.

Asal mula ucapan Taqabbalallahu minna wa minkum berasal dari para sahabat radhiyallahu ‘anhum. Berkata Al Hafidh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari : “Dalam “Al Mahamiliyat” dengan isnad yang hasan dari Jubair bin Nufair, ia berkata : “Artinya : Para sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bila bertemu pada hari raya, maka berkata sebagian mereka kepada yang lainnya : Taqabbalallahu minnaa wa minka (Semoga Allah menerima dari kami dan darimu)”.

Ibnu Qudamah dalam “Al-Mughni” (2/259) menyebutkan bahwa Muhammad bin Ziyad berkata : “Aku pernah bersama Abu Umamah Al Bahili dan selainnya dari kalangan sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Mereka bila kembali dari shalat Id berkata sebagiannya kepada sebagian yang lain : Taqabbalallahu minnaa wa minka. Imam Ahmad menyatakan : “Isnad hadits Abu Umamah jayyid (bagus)”

Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan diatas, ucapan taqabbalallahu minna wa minkum adalah ucapan terbaik dihari Idul Fithri. Dari segi maknanya ucapan ini lebih tepat diucapkan oleh orang yang baru selesai menunaikan ibadah di bulan Ramadhan. Selain itu, asal-usul ucapan ini juga jelas, yaitu berasal dari para sahabat radhiyallahu ‘anhum. Para sahabat radhiyallahu ‘anhum lebih layak kita ikuti daripada orang2 dari generasi akhir, karena para sahabat radhiyallahu ‘anhum adalah generasi terbaik dari umat Islam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda “Sebaik-baik manusia adalah pada masaku ini (yaitu masa para Sahabat), kemudian yang sesudahnya (masa Tabi’in), kemudian yang sesudahnya (masa Tabi’ut Tabi’in).” [HR. Al-Bukhari (no. 2652) dan Muslim (no. 2533 (212)].
Wallahu a’lam.


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.