Oleh: Cholis | 2 September 2009

Adab Muslim Terhadap Non Muslim

Islam adalah agama rahmat bagi semua manusia. Dia sebagai pelita dan rahmat bagi insan yang mau meyakininya. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman “Al-Qur’an ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini” (QS. Al-Jatsiyah:20). Didalamnya terdapat kebaikan bagi kaum muslimin maupun non muslim.. Keutamaan Islam bagi pemeluknya sangat jelas seperti matahari di siang hari dan tidak diragukan. Adapun kebaikan islam bagi non muslim, maka tidak ada agama yang lebih memperhatikan hak mereka dari pada agama kita yang mulia ini.

EMPAT GOLONGAN NON MUSLIM

Golongan Harbi
Mereka adalah golongan yang menentang dan memerangi Islam. Golongan ini tidak memiliki hak sama.

Golongan Musta’min
Mereka adalah non muslim yang masuk negeri Islam dengan aman. Misalnya, golongan harbi yang datang ke negeri Islam untuk berdagang. Golongan ini punya hak untuk dilindungi pada waktu dan tempat terbatas, karena keadaan mereka yang meminta keamanan.

Golongan Mu’ahad
Mereka adalah orang non muslim yang tinggal di negerinya, akan tetapi antara kita dengan mereka ada perjanjian untuk tidak saling memerangi. Kaum muslimin wajib memenuhi perjanjian ini selama waktu yang ditentukan. Dengan catatan mereka tetap mematuhi perjanjian, tidak membatalkan dan tidak mencela agama kita.

Golongan Dzimmi
Mereka adalah orang-orang non muslim yang tinggal di negeri Islam, hidup dengan aman dibawah perlindungan pemerintah kaum muslimin, dengan syarat mereka membayar jizyah. Golongan ini yang paling banyak memiliki hak dan kewajiban yang harus kita tunaikan kepada mereka.

ADAB MUSLIM TERHADAP NON MUSLIM

Memuliakan
Allah Subhanahu wa Ta’ala Memuliakan manusia baik muslim maupun non muslim, dan mengangkat derajat mereka lebih daripada makhluk yang lain. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman “ Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami bawa mereka di daratan dan lautan, Kami beri mereka rizki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan” (QS. Al-Isro’ : 70)

Berbuat Baik
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman “ Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil” (QS. Al-Mumtahanah : 8). Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mencontohkannya dengan cara menjenguk orang Yahudi yang sakit, bersedekah, bermuamalah dalam perdagangan dan lain-lain.

Bersikap Lembut dan Menjauhi Kekerasan
Islam melarang segala bentuk kekerasan dan gangguan kepada non muslim. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman “Dan janganlah kamu berdebat dengan ahli kitab, melainkan dengan cara yang baik, kecuali dengan orang-orang dholim diantara mereka…” (QS. Al-Ankabut : 46). Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “sekelompok orang Yahudi menemui Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wassalam dan mereka berkata “Assamu’alaikum (semoga kematian untukmu)”. Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: Aku paham apa yang mereka maksudkan,” maka akupun membalas: “ Wa’alaikum as-samu wa laknat (Dan bagimu juga kematian dan laknat).”Mendengar demikian Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wassalam berujar: Tenang wahai Aisyah, sesungguhnya Allah menyenangi perbuatan lembut dalam segala perkara.” Aisyah radhiyallahu ‘anha kembali berkata:”Wahai Rasulullah tidakkah engkau mendengar yang mereka katakan?” Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wassalam menjawab: “Benar, tapi aku sudah katakan wa’alaikum (semoga bagimu juga)” (HR. Bukhari dan Muslim). Islam tidak mengajarkan kekerasan seperti pengeboman secara membabi buta, justru Islam mengajarkan untuk menghilangkan gangguan bagi manusia. Apabila ada duri dijalan saja kita diajarkan untuk menyingkirkannya, bagaimana mungkin Islam dikatakan mengajarkan kekerasan???

Bergaul Sambil Berdakwah
Islam menganjurkan agar seorang muslim menjadi pelita bagi orang lain. Berdakwah kepada manusia dengan hujjah, menyeru manusia agar kembali ke jalan-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “ inilah jalan (agama)ku, aku dan Orang-oang yang mengikuti mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik. Apabila perkara dakwah secara umum dianjurkan, maka perlu kaidah muamalah kepada orang non muslim, berkumpul dan bergaul dengan mereka diatas koridor Syar’i. Dalam bergaul tetap menampakkan syi’ar Islam dan menjauhi kemungkaran, semisal tidak mencela Allah Subhanahu wa Ta’ala, Rasul dan kaum muslimin, tidak ada minuman keras, perjudian dan sebagainya. Pergaulan muslim dan non muslim hanyalah sebatas urusan duniawai saja, adapun dalam masalah agama seorang muslim harus berlepas diri. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : ” Bagimu agamamu dan bagiku agamaku” (QS. Al-Kafirun : 6).

Berlaku Adil
Seorang muslim harus berbuat adil, termasuk terhadap non muslim. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman “Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum mendorong kamu berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Maidah : 8)

Melindungi Harta dan Darah Non Muslim
Hendaklah bagi pemerintah kaum muslimin memberikan perlindungan kepada harta dan darah non muslim. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman “Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar. Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami(nya)” (QS. Al-An’am : 151). Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda “Barangsiapa yang membunuh orang mu’ahad tidak akan mencium baunya surga. Padahal baunya dapat tercium dari jarak empat puluh tahun.”(HR.Bukhari)

Tetap Wala’ dan Baro’
Kewajiban bagi setiap muslim setelah mencintai Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul adalah mencintai kaum muslimin, membenci orang yang memusuhi Allah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman “ Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah). Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang” (QS. Al-Maidah : 55-56). Allah Subhanahu wa Ta’ala melarang berloyalitas kepada orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman “Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka.” (QS. Al-Mujadilah:22). Kaum muslimin dilarang mengikuti gaya hidup serta kebiasaan-kebiasaan mereka yang dapat menimbulkan keterikatan hati. Allah subhanahu wata’ala berfirman, “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan diminta pertanggungjawabannya.” (QS. Al Isra’: 36). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah melarang umatnya untuk mengikuti tata cara peribadatan selain Islam dan segala sesuatu yang menjadi kekhususan mereka dan agama mereka, sebagaimana beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut.” (HR. At-Tirmidzi).

Tidak Ada Paksaan Dalam Islam
Termasuk toleransi terhadap orang yang menyelisihi dalam keyakinan adalah tidak memaksa mereka masuk agama Islam. Islam memberikan kesempatan untuk berfikir. Islam menerima jizyah dari mereka, hingga darah dan hartanya terjaga. Mereka senantiasa dalam lindungan Islam, bebas diatas keyakinannya, selama mereka tetap menjaga perjanjian dan tidak melanggarnya. Dalil tidak bolehnya memaksa masuk agama Islam adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala “Dan jikalau Rabbmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang dimuka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang beriman semuanya?” (QS. Yunus : 99), lihat juga QS. Al-Baqarah ayat 256.
Kaum muslimin yang semoga dirahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala, demikian tingginya syari’at Al Qur’an dan begitu adilnya syari’at Islam. Syari’at islam –segala puji hanya milik Allah- bersifat universal, mencakup segala urusan, baik yang berkaitan dengan urusan ibadah ataupun mu’amalah, sehingga syari’at Islam benar-benar seperti yang Allah Subhanahu wa Ta’ala firmankan “Pada hari ini, telah Aku sempurnakan untukmu agama mu, dan telah aku cukupkan atasmu kenikmatan-Ku, dan Aku ridlo Islam menjadi agamamu.” (QS. Al Maidah: 3).

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa melimpahkan hidayah-Nya kepada kita serta memberikan pemahaman terhadap agama Islam yang indah dan sempurna. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa mengokohkan keimanan dan memudahkan kita dalam melaksanakan syari’at Islam secara murni dan kaffah, sehingga perilaku kita dapat mencerminkan keindahan dan kesempurnaan Islam sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Wallahul muwaffiq.


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.